#EGSAFAIR2013

Selasa, 16 November 2010

Pengaruh Penambangan Batugamping Terhadap Fungsi Penyerapan Karbondioksida di Kawasan Karst Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY

Kawasan karst memiliki arti penting sebagai objek penelitian yang menarik, wilayah yang sangat sensitif dengan keberadaan sumberdaya air, habitat bagi beberapa spesies makhlukhidup khusus dan sebagai penyerap karbondioksida secara alamiah. 
Penyerapan karbondioksida terjadi pada proses karstifikasi, di mana setiap proses pelarutan 1000 kg CaCO3 akan diikuti dengan penyerapan karbondioksida dari udara sebanyak 120 kg. Kawasan karst Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul memiliki arti sangat penting dalam penyerapan karbondioksida karena terletak di kawasan tropis yang memiliki rerata suhu udara tahunan tinggi dan curah hujan yang lebih dari 2000 mm/tahun. Selain itu, letak kawasan karst di daerah tropis menjadi sangat penting karena pada skala global terjadi aliran masa udara global termasuk di dalamnnya polusi udara akibat adanya Intertropical Convergence Zone atau sering disebut sebagai ITCZ. Meskipun demikian, fungsi penyerapan karbondioksida di kawasan karst Kecamatan Ponjong saat ini terancam hilang akibat adanya penambangan batu gamping.
Penelitian ini mencoba untuk mengetahui kapasitas penyerapan karbondioksida oleh kawasan karst di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul, menghitung besarnya karbon yang tidak lagi dapat diserap akibat terjadinya penambangan batu gamping dan mengetahui seberapa besar pengaruh penambangan batu gamping terhadap penyerapan karbondioksida di kawasan karst Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul.
Peta kapasitas penyerapan Karbondioksida Kecamatan Ponjong

Kapasitas penyerapan karbon kawasan karst sangat dipengaruhi oleh besarnya curah hujan dan suhu. Perhitungan curah setiap desa di Kecamatan Ponjong mewnunjukkan bahwa curah hujan tertinggi adalah 2325 mm/tahun dan terendah sebesar 2038 mm/tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa curah hujan di daerah ini tergolong cukup tinggi sehingga sangat efektif untuk perkembangan topografi karst. Selain itu, perbedaan curah hujan tertinggi dan terendah yang tidak terlalu besar menunjukkan bahwa variasi curah hujan antar daerah tidak terlalu besar sehingga akan berpengaruh pada bentuk topografi karst yang relatif seragam.

Variabel yang digunakan adalah besar presipitasi, evapotranspirasi dan kandungan CaCO3 pada mata air yang ada di sekitar daerah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas penyerapan karbondioksida di kawasan karst Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul adalah sebesar 95,13 m3/tahun/km2. Berdasarkan hal tersebut maka diketahui bahwa jumlah karbondioksida yang tidak lagi dapat diserap akibat adanya penambangan batu gamping adalah sebesar 2,32 m3/tahun atau setara dengan 51,43 kg. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengaruh penambangan batu gamping terhadap fungsi penyerapan karbondioksida masih sangat kecil. Hal ini dikarenakan luas penambangan yang diperhitungkan masih sempit dan hanya meliputi penambangan yang memiliki ijin saja.Namun demikian bukan berarti penambangan batu gamping tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, karena perhitungan yang dilakukan ini hanya merupakan salah satu indikator yang perlu diperhitungkan dalam menilai dampak penambangan batu gamping terhadap kondisi ekosistem karst.
(Kata kunci : penambangan, batugamping, penyerapan, karbondioksida, karst) 

ditulis oleh :
Ahmad Cahyadi
Anggit Priadmodjo

1 komentar: